Batam : Seafood enak dan Sop Ikan Lezat

Yak ini perjalanan dinas ke Batam untuk ke sekian kalinya. Btw, kali ini aku hanya ingin menceritakan kuliner di Batam saja. Seperti kita ketahui, Batam memang terkenal akan masakan-masakan seafood nya.

Untuk Restoran Seafood, rekan-rekan kami di Batam merekomendasikan Restoran Wwy-Wey di daerah Nagoya karena dekat dengan Hotel yang kami tempati. Sekitar jam 7.15 malam, kami keluar dari hotel dan menuju restoran seafood WeyWey yang terletak di komplek Pelabuhan Internasional Harbour Bay, Nagoya, Batam. Malam itu kebetulan Batam sedang hujan rintik-rintik sehingga kami tidak bisa menggunakan meja yang terletak di pinggir laut. Akhirnya daripada basah, maka kami memutuskan menggunakan tempat makan yang terletak di kanopi depan restorannya saja. Sebenarnya bagi saya, makan di restoran wey wey ini adalah yang kedua kalinya karena dulu di akhir tahun 2008 pernah makan di sini, hanya saja saat itu tidak aku ceritakan di Blog. Well, sekaranglah saatnya menuliskannya :)
Di Restoran wey-wey ini kami memesan beberapa makanan khas laut yaitu Kepiting, Siput Gonggom, Udang goreng tepung, cumi goreng tepung, dan Otal-otak. Agar seimbang, maka kami memesan juga beberapa jenis sayuran sebagai lalapan penyedap.
Untuk kepiting, kepiting di sini menurut saya si masih belum bisa mengalahkan rasanya kepiting Kenari lada hitam-nya Manado. Meskipun begitu, kepitingnya masih tergolong enak. Ya so so lah rasanya. Soal harga juga masih belum bisa menandingi harga kepiting kenari di Manado kok :)
Kemudian menu selanjutnya adalah Gonggom. Gonggom adalah sejenis siput laut yang memiliki cangkang besar dan keras. Untuk memakannya, kita harus menggunakan tusuk gigi untuk menusuk daging yang sedikit keluar dari cangkang dan kemudian menarik keseluruhan dagingnya dari cangkangnya. Setelah keluar, dagingnya lembut, gurih, dan ada juga rasa manisnya. Namun hati-hati, bagian ujung daging gonggom ini agak keras, jadi jangan di makan bagian ujung yang keras itu :) . Untuk rasa, makanan ini tergolong enak dengan percampuran daging yang lembut, gurih, dan manis. Pantas makanan ini banyak di rekomendasikan oleh rekan-rekanku di Batam.
Untuk udang goreng tepung, tampilan udang goreng tepung di sini agak beda dengan udang tepung di tempat lain. Udang goreng tepung di sini bagian luarnya kering oleh tepung namun ketika di makan bagian dalamnya lembut dan mak nyuss. Cumi tepungnya juga tidak terlalu jauh beda. Cuminya gurih dan tepungnya terasa mak kress di dalam mulut. Untuk Otak-otak rasanya juga lumayan meski tidak seenak yang sering dibawa rekanku kalau dia lagi ke tanjung pinang :) Otak-otak di sini warnanya kemerah-merahan sedangkan otak-otak tanjung pinang yang sering dibawa temanku berwarna agak putih. Mungkin resep dan cara buatnya beda kali ya..dunno

Hari kedua kami makan di Restoran Sop ikan yang paling terkenal di Batam, yaitu Restoran Yong Kee yang ada di wilayah Nagoya juga. Setidaknya restoran tersebut terkenal karena direkomendasikan oleh rekan-rekan kami yang di Batam :) .  Kami ke sana untuk makan siang di sela-sela pekerjaan dinas yang sedang kami lakukan. Sekitar jam 12.15 siang hari, kami meluncur ke restoran Yong Kee tersebut dari Pelabuhan Batam Center. Saat kami sampai di sana, suasana restoran Yong Kee tersebut sangat ramai oleh pengujung. Lahan parkir pun juga terlihat penuh dijejali oleh mobil-mobil pribadi.

Restoran Yong Kee  ini menyajikan bermacam-macam jenis Sop Ikan yang khas Batam dan bermacam-macam makanan laut lainnya plus juga tidak ketinggalan makanan otak-otak versi Batam. Di Restoran Yong Kee ini kami memesan Sop Ikan komplit.

Sop ikan komplit ini terdiri dari daging ikan, cumi, udang, dll yang penyajiannya ditambah tomat hijau dan sayutran. Mungkin tomat hijau tersebut untuk menghilangkan sedikit rasa amisnya. Agar lebih enak lagi, sebelum makan dicampuri dulu potongan kecil-kecil cabai hijau yang telah ditambah dengan kecap manis berbumbu yang telah disiapkan. Seporsi nasi juga dihidangkan yang merupakan paket dari Sop yang dipesan. Well, rasanya enak dan pantas untuk dicoba ketika mengunjungi Batam.

Terakhir, tempat oleh-oleh di Batam. Tempat Oleh-oleh yang direkomendasikan oleh rekan-rekan di Batam adalah Toko Kawi Jaya yang ada di Nagoya. Di sini aku membeli aneka makanan ringan buat oleh-oleh seperti kacang pistacious dan coklat rocca, dll.  katanya si toko ini lebih murah dibanding toko sejenis di Daerah Nagoya. bu dunno..

Yap…begini dulu crita kuliner di batam, lain waktu kalo ke batam lagi dilanjutkan lagi ceritanya :)

Share and Enjoy at:
  • Facebook
  • Twitter
  • Technorati
  • MySpace
  • LinkedIn

Related Post :

21 November 2009 || General, Traveling || 2 Comments

Grojogan Sewu : Wisata Air Terjun di Tawangmangu

Tawangmangu adalah sebuah kecamatan di sekitar lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tempat tersebut kira-kira berjarak 1.5 jam perjalanan (50 Km) di sebelah Timur Kota Solo. Di Tawangmangu tersebut sebenarnya banyak dijumpai tempat wisata antara lain candi sukuh, candi cetho, air terjun jumog, dll, namun yang paling banyak dikunjungi dan paling popular adalah Air Terjun Grojogan Sewu. Air Terjun Grojogan Sewu terletak di sebuah hutan wisata yang masih asri dan alami. Meski cuma berjarak sekitar 1.5 an jam dari rumahku, namun aku baru 2 kali ke sana. Satu saat masih Taman Kanak-kanak alias TK, dan satu lagi kemarin hari Sabtu, 6 Juni 2009. Kami ke sana naik bus umum tujuan terminal Tawangmangu. Sekedar informasi, bus umum yang tujuan ke sana setiap hari sekitar 40 kali frekuensinya dan ternyata tidak ada yang menggunakan AC. Namun tenang saja, udara di daerah sana sejuk dan dingin sehingga tidak perlu AC lagi. Jalan menuju terminal Tawangmangu sangat banyak kelokan tajam dan curam dengan disamping kanan-kiri jalan tersebut banyak yang berupa jurang dan atau areal persawahan yang terlihat hijau dan subur. Setelah sekitar 1.5 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Terminal Tawangmangu. Terminal ini sudah banyak perubahannya, terminal yang dulu semrawut sekarang sudah lebih tertata dan tidak terlalu menimbulkan kemacetan lagi. Juga pasar tradisional yang ada di depan pasar ternyata sudah menjadi pasar yang semi modern dan lebih tertata teratur juga. Dari Terminal Tawangmangu ini, kami melanjutkan dengan naik angkot untuk menuju Air Terjun Grojogan Sewu. Jarak objek wisata Air Terjun Grojogan Sewu cuma sekitar 800an meter dari Terminal Tawangmang. Jarak pintu loket dengan jalan raya utama sekitar 200an meter dan tidak ada petunjuk jalan atau plang pengumuman di jalan raya yang memberi tahu bahwa belokan jalan itu adalah belokan jalan menuju Objek Wisata. Hm..
Read More …

Share and Enjoy at:
  • Facebook
  • Twitter
  • Technorati
  • MySpace
  • LinkedIn

Related Post :

10 June 2009 || Traveling || 15 Comments

Citarik : Beautiful River for Rafting

The Citarik River which located in Sukabumi is part of Gunung Halimun National Park and commonly known as one of the most well-know rivers for exciting rafting in West Java, Indonesia. That place can be reached approximately 3 hours until 4 hours from Jakarta by car. Me with my 17 others friends went there for refreshing using 3 cars starting from Wisma Mulia, Jakarta at 8 AM. After long journey we passed place called lido and found the huge traffic caused by unmanaged traditional supermarket and public transportation called “angkot”. After that, we passed the mountainous road with steep and narrow road. Along the way there were plantations of rice, banana, corn, vegetables, and the oil palm plantation. Finally, at 11.30 AM we arrived at Caldera Base Camp, one of rafting agent at Citarik River. At Caldera Base Camp, we had lunch as a packet of rafting service from Caldera. The menu of that lunch was traditional sunda food, called nasi timbel (timbel rice). Nasi Timbel consists of rice with fried chicken, tempe, tahu, and many kind of vegetable.

Full of lunch food, we got our rafting equipment which consist life jackets, paddles, and helmets for security. After that, we were divided into 4 teams. as we consist of 18 peoples, 2 teams consist of 5 peoples and 2 teams other consist of 4 peoples. A minute after that we were given explanation related to Citarik River like the rule of rafting and the security which should be done when rafting. Then, we went to the starting point. The starting point actually located 4.5 km from this caldera camp. We went there by open colt car. The road was very steep and with many curves. Therefore, we screamed in the whole dangerous trip :D . Read More …

Share and Enjoy at:
  • Facebook
  • Twitter
  • Technorati
  • MySpace
  • LinkedIn

Related Post :

3 May 2009 || Traveling || 2 Comments

Bunaken, Taman Laut Hebat tanpa Infrastruktur yang Mantap

Saat melakukan perjalanan ke Manado, kami menyempatkan berkunjung di Bunaken. Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Pulau bunaken ini adalah pulau yang termasuk dalam gugusan Taman Nasional Bunaken yang diresmikan pada 24 Desember 1991. Taman Nasional Bunaken sendiri sebenarnya merupakan kawasan konservasi perairan dengan luas 79.065 ha yang terdiri dari dua bagian terpisah yaitu bagian utara dan bagian selatan. Bagian Utara meliputi lima pulau masing-masing Pulau Bunaken, Siladen, Manado Tua, Mantehage dan Pulau Nain, serta wilayah pesisir Desa Molas, Desa Meras, Tongkaina dan Tiwoho sedangkan Bagian Selatan meliputi pesisir desa-desa yaitu Desa Popo, Teling, Kumu, Pinasungkulan, Rap-rap, Sondaken, Wawontulap dan Poperang.

Well, perjalanan dari Manado ke Pulau Bunaken kami awali dari Marina, sebuah pantai di sekitar Mega Mas Mall. Sebelumnya kami juga sudah menyiapkan makanan dan air minum untuk keperluan nanti di atas kapal. Di Marina tersebut kami menyewa kapal seharga 700 ribu rupiah untuk menuju Pulau Bunaken. Kapal ini dilengkapi dengan semacam dua buah lantai kaca (mirip aquarium) yang memang dikhususkan untuk melihat keindahan terumbu karang dan ikan-ikan diperairan dangkal dari dalam kapal. Sekitar 45 menit perjalanan dengan kapal, akhirnya kami sampai ke salah satu spot Taman Laut (taman laut ini belum masuk ke pulau bunaken). Dari lantai kaca di kapal tersebut, kami bisa melihat keindahan terumbu karang yang bermacam-macam warnanya yang disekitarnya terdapat gerombolan ikan-ikan kecil dan besar yang juga bermacam-macam warnanya sehingga menimbulkan semacam komposisi alami yang yang dinamis dan sangat indah..
Read More …

Share and Enjoy at:
  • Facebook
  • Twitter
  • Technorati
  • MySpace
  • LinkedIn

Related Post :

26 March 2009 || Traveling || 8 Comments

Jakarta-Batam-Singapore-Batam-Bintan-Batam-Jakarta

Hm…akhirnya melakukan perjalanan lagi ke beberapa tempat yang sangat melelahkan untuk tugas dinas. Tujuan pertama adalah Batam. Well, perjalanan ke Batam ini adalah perjalanan yang ke empat kalinya. Di sana kami mengunjungi beberapa tempat pelabuhan international yang ada di Batam seperti Batam Center dan Harbour Bay di Batu Ampar. Malamnya kami makan seafood di restoran pinggir pantai, tempatnya lupa di mana :D yang jelas di restoran itu terdapat kolam yang ada hiu pasir gede banget :) .


Kemudian tujuan berikutnya di hari ke dua adalah Singapore. Untuk perjalan ke Singapore, perjalanan ini adalah perjalan ke dua. Bedanya kalau dulu semuanya sudah diurus jadi tinggal berangkat saja, kali ini harus mengurus sendiri apa-apanya. Setelah mencari beberapa info di Harbour Bay, ternyata hanya ada satu kapal ke Singapore dari Harbour bay, yaitu kapal ferry cepat MasterWave. Sedangkan kalau dari Batam Center ada beberapa ferry cepat menuju ke Singapore, salah satunya Penguin. Karena posisi saat itu ada di Harbour Bay, maka kami memutuskan memakai MasterWave menuju Harbour Front, Singapore. Tiket one way dan two way(PP) untuk ke Harbour Front ternyata ga jauh beda harganya. Untuk tiket one way harganya saat itu SGD 26 sedangkan tiket pp harganya SGD 27.
Huh.. masih di wilayah Indonesia kok sudah memakai mata uang SDG :( . Di hotel-hotel pinggir pantai Batam ternyata  tarif di restaurannya juga memakai SGD. Harusnya pemerintah tegas untuk menertibkan yang memakai SGD tersebut supaya memakai IDR. Kalau tidak ditertibkan maka tidak menutup kemungkinan nantinya Batam semuanya bisa jadi memakai SGD :( . Kalau di Singapore meski di perbatasan sekalipun tidak ada tuh yang mau menggunakan IDR. Satu lagi, di Batam juga ada iklan baliho besar di daerah Sei Jodoh, Nagoya, tentang Singapore tetapi di Singapore aku tidak menjumpai iklan tentang Batam..
Lanjut tentang tiket, karena cuma selisih 1 dolar, maka diputuskan membeli tiket PP sebesar SGD 27. Itung-itung nanti kalau ke singapore lagi bisa makai tuh tiket dari singapore ke Batam. Setelah itu membayar fiskal IDR 500.000 karena KTP ku bukan KTP Sumatra, kalau KTP sumatra free fiskal sedangkan penghapusan fiskal bagi wajib pajak yang memiliki NPWP masih nanti dimulai tahun 2009. Selidik punya selidik, katanya nanti pas SPT tahunan, fiskal ini bisa dianggap lebih bayar pada pajak penghasilan sehingga akan dikembalikan. Lumayan juga sampai saat ini aku punya fiskal laut dua buah :D . Read More …

Share and Enjoy at:
  • Facebook
  • Twitter
  • Technorati
  • MySpace
  • LinkedIn

Related Post :

22 November 2008 || Traveling || 4 Comments

Andhy | Hosting by Qwords | Entries (RSS) and Comments (RSS).

Switch to our mobile site